Polsek Lubuk Baja Sikapi Pelaku Penyekapan dan Pemerasan Diposting Lewat Medsos

  • Share

BATAM (menaramedia.id) – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja bergerak cepat langsung turun kelapangan meyikapi informasi dari postingan yang viral di media sosial terkait adanya penyekapan terhadap 5 orang di Komp Ruko Pantai Permata, Blok F/08, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (23/1/22) pukul 14.00 WIB.

Saat berada di TKP didapati 4 orang perempuan yang tinggal di dalam sebuah ruko di lantai 2 diketahui bernama Septi Sinaga, Putri Devi Arianti, Sakut Triana, dan Nur Halimah. Ke 4 oerempuan ini merupakan rekrutan PT. Satria Sinaga Persada perusahaan penyaluran tenaga kerja/asisten rumah tangga (ART) dalam negeri.

Namun dari keterangan keempat ART, bahwa postingan tersebut bukan dilakukan pihalnya melainkan orang lain. Seperti diungkapkan Nur Halimah, dirinya hanya memberikan catatan kepada penjual bapaw hanya untuk dibaca saja bukan disebarkan lewat medsos. “Saya hanya bilang ‘baca ya mas’ bukan disebar di medsos, kok jadi viral gitu ya,” ujar Halimah.

Catat itu juga, kata Halimah, agar dibaca oleh pihak keluarganya dan mengirimkan uang kepadanya. Dan Halimah juga mengakui bila tulis berupa penyekapan dan pemerasan itu hanya akal-akalan dia saja. Namun yang sebenarnya itu adalah denda administrasi serta biaya akomodasi dan biaya saku uamh harus ia dibayarkan kepada Pihak Perusahaan sesuai Surat Perjanjian Kontrak yang telah ia tandatangani.

Sementara dari keterangan Komisaris Utama PT. Satria Siaga Persada, Malim, sesuai dengan Surat Perjanjian Kontrak Kerja yang ditandatangani para ART terdapat poin-poin yang harus dipatuhi, diantaranya dikontrak selama 1 tahun, bila pekerja tidak menyelesaikan kontrak kerjanya selama 1 tahun akan dikenakan denda admistrasi Rp2 juta diluar ongkos datang dan biaya lainnya tanpa memandang alasan apapun.

“Dan masih banyak poin-poin lainya dalam kontrak perjanjain itu harus dipenuhi ART, kalau tidak kenada denda admistrasi,” kata Halim.

Bahkan kata Halim, bila melanggar kontrak kerja selain kena denda admistrasi, juga akan berurusan dengan pihak berwajib/polisi untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak keluarga dan mewajibkan pihak keluarga untuk melunasi biaya dan denda administrasi tersebut.

Dari hasil keterangan tersebut pihak kepolian menyimpulkan, bahwa berita di medsos itu adalah hoax karena tidak kasus pentekapan maupun pemerasn dilakukan PT. Satria Sinaga Persada terhadap para ART ini. Hanya saja yang ditemukan dari kasus tersebut berupa perselisihan antara pihak perusahaan dengan para pekerja. (fjr)

  • Share