Perputaran Uang Banyak di Judi Bola Pimpong. Komisi I DPRD Batam Bereaksi

  • Share

Batam-(menaramedia.id) Komisi I DPRD Kota Batam memastikan aktivitas perjudian bola pimpong di sejumlah tempat hiburan malam (THM) tidak mengantongi izin dari instansi terkait maupun dari penegak hukum di Kota Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, SH yang membidangi masalah perizinan usaha ini menyebut aktivitas bola pimpong itu selama ini tidak memberikan manfaat positif terhadap pendapatan daerah

“Berdadarkan informasi peredaran uang dari permainan bola pimpong itu sangat fantastis,” kata Utusan, Jumat (21/01/2021)

Namun begitu, kata Utusan, pihaknya akan coba melihat dan mengecek di lapangan Jika terbukti ada unsur judi, pihaknya akan mengambil sikap dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak-red) di lokasi- lokasi hiburan malam di Kota Batam)

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dalam hal ini Pemko Batam turut bersinergi dengan instansi terkait dalam upaya menyikapi persoalan ini

Dikatakan, apabila kegiatan itu belum ada dasar hukumnya, jelas belum bisa beroperasi.

Karena kegiatan tersebut tidak menimbulkan hal positif bagi pemerintah Daerah setempat maupun masyarakat

“Jujur aja, banyak orang yang kehabisan uang akibat maraknya aktivitas judi bola pimpong di tempat hiburan malam seperti di dalam VIP KTV Karaoke,” ungkapnya.

Diakuinya, selama ini tidak ada sistem pengawasan dari pihak terkait terhadap aktivitas judi bola pimpong tersebut. Yang mana legalitasnya belum memiliki landasan hukum yang kuat untuk bisa beroperasi.

“Dalam waktu dekat Komisi I DPRD Kota Batam akan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mensterilkan aktivitas bola pimpong itu,apabila ditemukan unsur judi di dalamnya,” tegas Utusan.

Kalaupun aktivitas ini kedepan masih berlangsung, Komisi I akan berninisiasi dengan melakukan kajian, apakah dicantumkan di dalam perda yang sudah ada atau dibuatkan perda yang baru.

Yang jelas, DPDR Kota Batam akan berinisiasi dengan Pemko Batam terkait legalitas kegiatan bola pimpong tersebut.

“Jangan sampai kegiatan bola pimpong itu tidak menimbulkan efek positif terhadap daerah. Artinya, pajak-pajak dan retribusi ini sangat menopang terhadap pembangunan Kota Batam,” papar Utusan.(Fjr)

  • Share