Implementasi Sekolah Penggerak SMAN 25 Batam Mengunakan Kurikulum Prototipe Berbasis Proyek

  • Share
M Syurman Rizal, SE, MM Kepala Sekolah SMAN 25 Batam

BATAM (menaramedia) – Sudah hampir satu semester SMAN 25 Batam yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau, menerapkan konsep merdeka belajar episode ke 7 berupa program sekolah penggerak.

Selama itu pula sejumlah tahapan dari 5 intervensi program sekolah penggerak ini telah dilalui, mulai dari Pendampingan konsul tatif dan asi metris, Penguatan SDM Sekolah, Pembelajaran dengan Paradigma Baru, Perencanaan Berbasis Data, dan penerapan digitalisasi Sekolah.

Sementara kurikulum sendiri dipola di SMAN 25 Batam sebagai sekolah penggerak berbeda dengan sekolah konvensional, yakni dengan pradigma baru berupa Kurikulum Proto tipe dengan konsep pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hal ini diterapkan guna keleluasaan dan kemerdekaan belajar untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah.

Disamping itu juga, pembelajaran berbasis proyek ini dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Lebih dari itu, upaya mendukung pengembangan karakter sesuai dengan roh sekolah penggerak membentuk Profil Pelajar Pancasila dari enam dimensi, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.

SMAN 25 Batam sendiri dipercaya pihak Kemendikbud Ristek menjalankan sekolah penggerak ini bukan tanpa alasan, namun terlebih dahulu kepala sekolahnya sendiri harus mengikuti serangkaian tes tertulis hingga wawancara untuk bersaing dengan ribuan kepala sekolah SMA se Indonesia.

Seleksi sekolah dan Kepala sekolah penggerak ini juga, bukan berdasarkan dari kelengkapan sarana dan prasarana dimiliki sekolah itu sendiri, namun lebih kepada kemampuan nalar kepala sekolah dalam mempresentasikan dalam menjalankan manajemen berbasis sekolah dengan visi dan misi guna meningkatkan kualitas sekolah.

Di Provinsi Kepri sendiri dari ratusan SMA negeri maupun swasta yang mengikuti seleksi sekolah penggerak ini, hanya 4 SMA terpilih, salah satunya SMAN 25 Batam. Meski sekolah ini baru berdiri kurang dari tiga tahun dengan sarana dan prasana yang minim, namun dalam perjalanan penerapan sekolah penggerak selama kurang lebih satu semester berjalan lancar.

Hal ini dibenarkan Kepala Sekolah Penggerak SMAN 25 Batam, M Syurman Rizal, SE, MM, sejauh ini kata dia sarana dan prasarana dimiliki sekolahnya sangat terbatas. Namun berkat semangat dan keseriusan para guru dalam menerapkan program sekolah penggerak ini tahapan demi tahapan biasa diimplementasikan dengan baik dijadikan sebagai tantangan untuk lebih berkreatif dan inovatif

Syurman Menilai, konsep pembelajaran paradigma baru berupa kurikulum Prototipe diterapkan di sekolah penggerak ini sangat bagus. Karena dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan minat, gaya belajar dan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa,

“Pada kurikulum ini juga memiliki karakteristik berupa pembelajaran berbasis proyek guna pengembangan soft skill dan karakter siswa yang beriman, takwa, dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan global serta kemandirian,”ujarnya, Jumat, 21/1/22.

Terkait proses pembelajaran tatap muka diterapkan SMAN 25 Batam masih terbatas yang telah berlangsung hampir satu semester, diklaim Syurman, berjalan lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan cukup ketat sesuai 6 ceklis dari yang disyaratan SKB 4 Menteri.

Bagitu pula untuk memastikan penerapan prokes dengan baik dan benar oleh guru dan siswa, syurman sendiri rutin mengecek ke setiap kelas saat PTM belangsung sambil sesekali mengingatkan kepada siswa akan penerapan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas. (arment aditya)

  • Share